Let’s travel together.

Katumbu yang Ikut Menumbuhkan

0

(Cerita oleh: Novrizal R Topa)

TURGO.ID – Sudah menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara mengajak kerabat dan handai taulan ketika memanen hasil kebun atau ladangnya. Dituturkan berbagai sumber, hal ini sudah berlangsung sejak turun temurun, ibarat warisan budaya nenek moyang.

Seperti halnya menjelang awal triwulan kedua tahun ini, tanaman jagung sudah menampakkan bulu-bulu halus berwarna pirang keemasannya menanti upaya tiga bulan petani menjaga dan merawatnya.

Menjelang panen tiba, Kampirodo atau jagung muda dalam istilah bahasa Muna mulai berseliweran seakan mengkampanyekan bahwa sebentar lagi panen tiba. Melalui jagung muda yang berusia 70 hari ini, oleh para petani mengajak handai taulan dan sanak keluarga berbagi hasil rasa jerih payah. Diceritakan beberapa petani, hal ini dilakukan selain sebagai ungkapan rasa syukur atas apa yang sudah diberikan oleh sang pencipta juga dipercaya akan membawa hasil lagi pada panen selanjutnya.

Bentuk rasa syukur ini oleh mereka dinamakan acara jagung muda. Berbagai menu sajian berbahan jagung terpapar di hadapan kita, mulai jagung rebus, jagung bakar, sampai olahan kuliner lainnya yang berbahan jagung. Salah satu kuliner yang menjadi primadona pada setiap acara ini, adalah Katumbu. Bahkan karena Katumbu inilah kebanyakan orang berbondong-bondong menghadiri undangan acara jagung muda. Ibarat Katumbu ikut menumbuhkan jalinan silaturahim antara petani dan handai taulan.

Katumbu merupakan hasil olahan jagung muda berumur tujuh puluh hari yang ditumbuk atau digiling lalu dikemas menggunakan kulit jagung dan kemudian dikukus. Katumbu sendiri memiliki dua jenis sebutan, Katumbu merah dan Katumbu putih.

Katumbu merah atau tenar denga nama Katumbu Gola berciri warna kecoklatan, hal ini karena bahan jagung tumbuk atau giling tadi dicampur dengan gula merah.

Katumbu Gola ini, memiliki ciri rasa yang unik. Bahkan kebanyakan orang yang hadir, setelah mencicipi satu pasti akan tambah lagi. Terdengar diantara yang hadir mengeluarkan ungkapan “nombaka”, dalam bahasa Muna berarti nikmat.

Ayo! kita bersilaturahmi di Kabupaten Muna sekaligus merasakan Katumbu Gola yang Nombaka.

Leave A Reply

Your email address will not be published.